Agustus 24, 2026

Kadis Kesehatan Mesuji dan Kapuskesmas Wira Bangun Datangi Rumah Korban untuk Meminta Maaf

0

MESUJI — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mesuji beserta Kepala Puskesmas Wira Bangun dan jajarannya mendatangi rumah korban pada Senin pagi, 3 Agustus 2026, untuk meminta maaf atas kelalaian petugas yang terjadi saat persalinan di Puskesmas Wira Bangun.

‎ Diduga terjadi kelalaian pelayanan di Puskesmas Wira Bangun saat persalinan istri warga, sehingga suami terpaksa membantu persalinan sendiri tanpa bantuan alat. Kejadian ini viral di media sosial dan memicu kecaman warga. Pihak Puskesmas kemudian mendatangi rumah korban untuk meminta maaf.

‎Korban: Akbar (dikenal juga sebagai Suseno) beserta istri dan bayinya, warga RK 02 Desa Mulya Agung, Kecamatan Simpang-Pematang

‎​Pihak terkait: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mesuji, Kepala Puskesmas Wira Bangun (Wahyu), tiga perawat yang lalai, serta Sekretaris Desa setempat sebagai saksi

‎insiden persalinan: Ruang UGD Puskesmas Wira Bangun, Kabupaten Mesuji

‎​Permintaan maaf: Rumah kediaman korban di Desa Mulya Agung, Kecamatan Simpang-Pematang

‎Insiden persalinan: Dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB

‎​Kunjungan dan permintaan maaf: Senin pagi, 3 Agustus 2026

‎Posisi ruang jaga perawat berada di bagian belakang bangunan, sehingga petugas tidak segera mendengar panggilan pasien. Menurut Kepala Puskesmas, pengaturan ruang jaga tersebut merupakan kebijakan pimpinan sebelumnya. Saat kejadian, tiga perawat sedang bertugas namun tidak segera merespons hingga pasien berteriak minta tolong berkali-kali.

‎Istri Akbar melahirkan di ruang UGD tanpa pendampingan petugas. Akbar terpaksa membantu persalinan sendiri. Baru setelah bayi lahir dan Akbar berteriak minta tolong, seorang perawat keluar. Setelah itu petugas kembali menghilang. Istri Akbar pingsan dan mengalami pendarahan, namun tidak ada yang datang membantu hingga pukul 05.00 pagi.

‎Kepala Puskesmas Wahyu mengakui kelalaian petugas, menyampaikan permohonan maaf, dan telah memberikan sanksi teguran kepada tiga perawat yang bersangkutan. Pengaturan ruang jaga pun segera dipindahkan ke bagian depan agar kejadian serupa tidak terulang. Permintaan maaf diterima dengan baik oleh keluarga korban, dan saat ini kondisi ibu serta bayi dalam keadaan sehat. Meski begitu, korban meminta Bupati Mesuji dan Kadis Kesehatan menindak tegas oknum yang lalai sebagai peringatan bagi seluruh puskesmas di Mesuji.

‎(Dedi Fakta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *